KAROMAH TUAN BULO BULO
KAROMAH TUAN BULO BULO
(
Penyebar Agama Islam Di Ulunna Salu Jazirah Mandar )
Pada suatu waktu Tuan Bulo Bulo bersama
beberapa wali lainnya merencanakan untuk pergi ke Mekah untuk mengunjungi Rumah
Suci Baitullah. Sebelum Mereka berangkat mereka mempersiapkan perbekalan yang
cukup, karena perjalanan ke tanah suci pada waktu itu
memakai Kapal Laut dan membutuhkan waktu berbulan – bulan untuk sampai ke tanah suci. Mereka
membawa rupa – rupa makanan dan buah – buahan dari “ To’dang “ (baca : sebutan tanah mandar di Mekah pada waktu itu ).
Pada saat tiba waktu keberangkatan Kapal
menuju Mekah, semua Waliullah yang yang ikut dalam rombongan itu berkumpul kecuali
Waliullah Tuan di Bulo Bulo dan mereka yang hadir ini, siap untuk memulai perjalanan ke Mekah karena
mereka akan ketinggalan kapal kalau mereka tidak ikut dalam rombongan kapal
pada waktu itu.
Alhasil, pada saat keberangkatan rombongan
tersebut Tuan Bulo Bulo tidak ada dalam rombongan kapal itu. Namun sela beberapa saat rombongan berangkat Tuan Bulo
Bulo Tiba di Dermaga tempat
pemberangkatan kapal dan dia mendapati kapal sudah berangkat dan dia mengetahui
bahwa ia ditinggalkan oleh Rombongan.
Kemudian beliau mengadukan kepada
Allah atas tertundanya berangkat bersama rombongannya. Dia bermunajat kepada
Allah siang dan malam terus menerus dan berkeinginan ikut dalam rombongan yang meninggalkannya.
Sehingga beberapa waktu kemudian (hari –
Bulan ) setelah Rombongannya di perkirakan akan tiba di Tanah Suci Mekah. Maka
Atas Izin Allah beliau mengambil Buah Merak dan merak itulah yang menjadi
Wasilah kekuasaan Allah Swt yang menjadi kendaraan nya ke Tanah Suci Mekah.
Pada saat tiba di tanah suci mekah
beliau langsung duduk di dalam Masjidil Haram berzikir,tafakkur dan bermunajat
kepada Allah Swt. Bersamaan waktu itu Para rombongan waliullah “ To’dang “ yang berangkat beberapa bulan yang lalu baru
sampai di Masjidil Haram.
Dan salah satu diantara mereka
sempat melihat Tosalama Tuan Di Bulo Bulo, Tapi dia tidak menghiraukan karena
dalam pikiranya tidak mungkin beliau tuan di bulo bulo karena dia tidak ikut dalam rombongan.
Akhirnya rombongan yang lain juga yang melihat dan memastikan bahwa orang yang duduk pada suatu
shaf itu adalah salah seorang dari mereka yang merencanakan berangkat kesini, tapi
beliau ketinggalan kapal. Maka pada waktu itu mereka mengakui kekuasaan Allah
Swt yang memperjalankan Tuan di Bulo Bulo ke Mekah dalam waktu yang singkat dan
tanpa kendaraan kapal. Dan pada saat rombongan mengetahui keberadaan Tuan di Bulo
Bulo dalam Masjidil Haram.
Mereka pun bergabung dan bersama-sama
mengerjakan ibadah kepada Allah Swt.
Saat
tiba waktu makan dan para rombongan kemudian mengeluarkan perbekalannya beserta
buah – buahan yang mereka bawa dari To’dang (Sulawesi ). Kemudian salah satu
diantara mereka ada yang berkata : “ bahwa Semua Buah – Buahan yang ada di To’dang
mereka semua bawa dalam perbekalan pada waktu itu. Namun ketika Tuan di Bulo –
Bulo melihat buah – buahan yang mereka bawa mereka,
dia berkata bahwa masih ada satu buah – buahan dari To’dang mereka belum bawa.
Mereka bertanya “ Apa itu “ Tuan Bulo Bulo Menjawab :” Rambutan “ Belum ada
dalam daftar buah – buahan itu, padahal di To’dang adalah Sentra Buah Rambutan
pada waktu itu terutama di kampung Tuan Bulo – Bulo pada saat itu.
Selanjutnya
karena buah – buahan yang mereka bawa belum lengkap dan Tuan di Bulo – Bulo ingin
memperlihatkan Kekuasaan Allah Swt untuk yang kedua kalinya, maka tuan di Bulo –
Bulo, Berkata : Coba pejamkan Mata kalian sejenak , setelah mereka selesai
memejamkan mata sejenak dan ternyata Buah rambutan yang awalnya tidak ada
menjadi ada di yengah mereka.
Dan
buah rambutan yang diambil itu adalah buah rambutan asli dari To’dang karena
pada waktu itu ada seseorang yang melihat Tuan Bulo – Bulo memetik rambutan itu.
Pada saat beliau di perkirakan orang kampung dia sudah ada di Mekah dan rambutan
tempat pemetikannya itu di dalam sejarah dikatakan “ Daerahnya sekitar Antara
daerah Bulo –Bulo dengan Daerah Tibung
( yang merupakan daerah Administrasi
Kabupaten Polman Sulwesi Barat)
(Cerita ini
di kutip dari sejarah Turun temurun Para Anak cucu Tuan di Bulo – Bulo dan
sudah dikenal ceritanya di daerah sekitar polman dan majene bahkan Sulawesi
barat pada umumnya).
Assalamu'alaikum'
BalasHapusTabe' saya Hidayat dari Majene dan beristri didaerah bulo-bulo (Suppungan)
Yang ingin saya tanyakan, siapa sebenarnya nama lengkap beliau Tuan diBulo-bulo, dan ada tidak yang tau garis keturunannya, kemudian kira-kira abad berapa beliau menyebarkan islam ditanah Mandar ?
Bisa hubungi saya kalau silsilahnya dan seluruh turunannya saya mohon hubungi saya di 081355200322 wanya samaji...
BalasHapus